Koranriau.co.id-
Jakarta –
Tak jarang orang menyisakan makanan jika sudah merasa kenyang. Sering terjadi ketika menyantap banyak makanan. Apakah ada hukum menyisakan makanan dalam Islam?
Sisa makanan kerap menjadi masalah di berbagai aspek, termasuk lingkungan. Makanan yang terbuang bisa mencemari tanah dan air sehingga menghasilkan gas rumah kaca.
Permasalahan ini bisa berasal dari sisa makanan di rumah-rumah maupun restoran. Merangkum berbagai sumber, sisa makanan di Indonesia bahkan menyentuh angka 48 juta ton setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu penting sekali untuk setiap orang tak menyisakan makanan. Cara mengatasinya dengan makan secukupnya saja, sehingga tak ada yang terbuang sia-sia.
Dalam Islam, makan secara berlebihan dianggap mubazir yang berarti pemborosan tidak bermanfaat. Oleh karena itu, penting bagi muslim menghindari sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT.
![]() |
Sifat mubazir ini dilarang dalam ajaran Islam, termasuk menyisakan atau membuang makanan. Itu mengapa sejak kecil banyak orang tua mengingatkan dengan kiasan ‘nanti nasinya nangis kalau tak dihabiskan’.
Mengutip dari IG Halal Corner (11/2/2025), menyisakan makanan termasuk perbuatan tercela dalam Islam. Karena, dianggap sebagai perbuatan menyia-nyiakan harta dan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Larangan tersebut juga dijelaskan dalam sebuah hadits:
“Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah. Dia pun membenci tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya, dan membuang-buang harta,” (HR. Muslim).
Ada pula dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah yang berkata:
“Saya pernah mendengar Nabi SAW bersabda; Sesungguhnya setan menyertai salah satu dari kalian dalam segala hal hingga menyertai kalian ketika makan. Oleh karena itu, apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, ambilah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jika sudah selesai makan, makan hendaknya menjilati jari-jarinya. Karena dia tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.”
Dari hadits tersebut dapat dipelajari bahwa Allah SWT sangat membenci hal untuk menyia-nyiakan harta dalam hal ini termasuk makanan. Begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW mengajarkan adab makan yang baik dalam Islam, bahkan sebutir nasi diperintahkan untuk dihabiskan.
Mengutip dari website Pesantren Darus-Sunnah, Rasulullah juga menganjurkan untuk menakar makanan yang akan dinikmati. Ini untuk mencegah adanya makanan yang terbuang sia-sia.
Rasulullah bersabda: “Timbanglah makanan kalian niscaya kalian akan dapat berkah,” (HR. Bukhari).
Ketika makan di restoran dan sudah merasa kenyang, sebaiknya minta untuk dibungkus dan dibawa pulang. Sisa makanan di rumah juga bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, agar dapat bermanfaat bagi tumbuhan jadi tak terbuang sia-sia.
(yms/odi)
Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://food.detik.com/info-kuliner/d-7854127/sering-tak-habiskan-makanan-ini-anjuran-dalam-hukum-islam