Nasional

Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah Mulai Persiapkan Kegiatan Tradisi Syawalan

Koranriau.co.id-

Sejumlah Daerah di Pantura Jawa Tengah Mulai Persiapkan Kegiatan Tradisi Syawalan
Kegiatan memasak Kue Lupis Raksasa di Krapyak, Kota Pekalongan dalam persiapan kegiatan Syawalan tang diagendakan berlangsung Senin (7/4) mendatang. (MI/Akhmad Safuan)

LEBARAN Idul Fitri telah terlewati, sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah Mukai mempersiapkan kegiatan perayaan lebaran ketupat (Syawalan) yang akan berlangsung serentak Senin (7/4) mendatang dengan berbagai agenda menarik yang diperkirakan auan dihadiri ribuan pengunjung.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (2/3) sejumlah pemerintah daerah di Pantura Jawa Tengah sedang menyiapkan kegiatan menyambut perayaan Syawalan yang berlangsung pada tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri, sejumlah agenda khas di setiap daerah akan kembali digelar dalam perayaan yang dikenal dengan sebutan lebaran ketupat tersebut.

Di Kota Pekalongan, kegiatan Syawalan menjadi magnet yang diperkirakan akan dikunjungi ribuan pengunjung baik berasal dari dalam kota maupun warga luar daerah, dengan agenda kegiatan yang sudah menjadi tradisi sejak tahun 1956, yakni pemotongan kue lopis raksasa yang kemudian dibagikan kepada pengunjung yang hadir di Krapyak, Kota Pekalongan.

Lopis raksasa yang setiap tahun bertambah besar ukurannya dan memecahkan Musium Rekor Indonesia (MURI) tersebut, setelah dipotong oleh Wali Kota Pekalongan kemudian dibagikan gratis kepada ribuan pengunjung yang hadir, pada tahun 2924 lalu setinggi 232 centimeter dengan diameter 250 centimeter mencapai berat 2.018 kilogram, tahun ini akan lebih besar lagi.

“Kita sedang mempersiapkan pembuatan kue lopis raksasa yang dibuat dari bahan ketan, kelapa menggunakan dandang raksasa  yang akan diolah dan dimasak selama 4-5 hari menyambut Syawalan mendatang,” kata Zuhdi, tokoh masyarakat Krapyak Kidul, Kota Pekalongan.

Selain tradisi kue raksasa tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan Sabaryo Pramono, bertepatan dengan kegiatan Syawalan tersebut juga kembali digelar festival balon udara tambat yang diikuti ratusan peserta yang puncaknya dilaksanakan di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan. “Penyisihan untuk penilaian mulai dilakukan hari ini Rabu (2/4),” tambahnya.

Masih di Pekalongan, perayaan Syawalan juga kembali digelar tradisi kirab Gunungan Megono yang berasal dari 19 kecamatan di obyek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, bahkan setelah kirab selesai ribtan pengunjung akan mendapat pembagian secara gratis nasi megono yang merupakan makanan khas daerah itu.

Tradisi Syawalan di Kabupaten Kendal dipusatkan di Kaliwungu diperkirakan juga dihadiri ribuan warga berasal dari berbagai daerah yakni selain mengunjungi ratusan pondok pesantren yang tersebar di kecamatan tersebut, mereka sengaja datang untuk berziarah di makam para ulama seperti Kiai Asy’ari, Sunan Katong, Wali Musyafa, Pangeran Juminah, Pakuwaja di Bukit Jabal, Desa Protomulyo, Kaliwungu Kendal,

Berbeda lagi dengan Syawalan di Kabupaten Demak, tradisi Pesta Sedekah Laut digelar di Pantai Desa Morodemak, Demak tersebut juga bakal dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah, bagian pengunjung juga akan dihibur dengan berbagai pertunjukan yang menampilkan berbagai kesenian daerah hingga panggung musik.

“Kita sudah persiapkan dan agendakan kegiatan tradisi tahunan sedekah laut pada Syawalan mendatang sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan dan rejeki pada Syawalan mendatang,” kata Bupati Demak Eisti’anah usai Apel Pengamanan Malam Takbir Idul Fitri.

Masih berpusat di perairan, tradisi Syawalan di Kabupaten Jepara dijenas dengan agenda yang lebih unik,byakni sriaon sedekah laut dipusatkan di dermaga TPI Ujungbatu kemudian berlayar  menuju laut sebelah selatan Pulau Panjang, Jepara juga dimeriahkan dengan tradisi Lumban, yakni warga dengan menaiki perahu huas akan menggelar perang ketupat.

Tradisi Lumban ini menjadi tontonan menarik, karena peserta berada di atas perahu akan melakukan perang dengan perahu lain dengan melemparkan ketupat sebagai peluru dalam suasana meriah diiringi dengan aneka tetabuhan (musik) di tengah perairan. “Biasanya ada ratusan perahu yang ikut serta kareba pengunjung menyaksikan kegiatan ini juga menaiki perahu,” ujar Hadi Priyanto, tokoh penulis sejarah Jepara.

Momen Syawalan di Jepara ini, menurut Hadi Priyanto, bahkan tercatat dalam jurnal Hindia Belanda yang terbit pada tahun 1868 bernama Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië, dengan artikel tersebut berjudul Het Loemban Feest Te Japara atau Kegiatan pada Lomban di Jepara. (H-1)

 

Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://mediaindonesia.com/nusantara/757276/sejumlah-daerah-di-pantura-jawa-tengah-mulai-persiapkan-kegiatan-tradisi-syawalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *