Keren! Peneliti Ciptakan Pisang yang Tidak Cepat Lembek dan Busuk
Makanan

Keren! Peneliti Ciptakan Pisang yang Tidak Cepat Lembek dan Busuk

Koranriau.co.id-


Jakarta

Pisang seringkali terbuang begitu saja karena warnanya cepat kecokelatan, teksturnya jadi lembek, dan berakhir busuk. Kini peneliti hadir membawa solusi berupa pisang yang kualitasnya lebih tahan lama.

Pisang banyak dikonsumsi di dunia karena rasanya nikmat, memakannya praktis, dan kandungan nutrisinya hebat. Mereka yang suka olahraga pun kerap mengandalkan makan pisang untuk memasok energi dengan cepat.

Namun, dalam praktik konsumsinya, pisang sering kali terbuang sia-sia karena kualitasnya cepat menurun. Warna daging buahnya cepat kecokelatan usai dikupas dari kulit, kemudian teksturnya akan berair atau lembek.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan bioteknologi di Inggris bernama Tropic Biosciences datang dengan solusi inovatif. Pada Maret 2025, mereka memperkenalkan pisang dengan gen yang sudah disunting untuk membuatnya segar lebih lama.

Pisang akan berwarna kuning cerah lebih lama sehingga masa kesegarannya tambah beberapa hari. Hal ini diharapkan bisa mencegah pisang terbuang sia-sia, seperti yang ditulis oleh Food & Wine (29/3/2025).

Pisang tanduk matang, bahan utama pembuatan kolak pisang.Kini hadir jenis pisang yang kulitnya tidak cepat berwarna cokelat dan segar lebih lama. Foto: Getty Images/iStockphoto/anamejia18

“Pisang yang tidak cepat kecokelatan buatan Tropic berpotensi mengurangi limbah makanan dan emisi CO2 secara signifikan di sepanjang rantai pasokan hingga lebih dari 25%, karena lebih dari 60% pisang yang diekspor terbuang sia-sia sebelum sampai ke konsumen,” ungkap perusahaan tersebut.

Tropic Biosciences melanjutkan, “Produk inovatif ini dapat mendukung pengurangan emisi CO2 yang setara dengan menghilangkan 2 juta kendaraan penumpang dari jalan raya setiap tahun.”

Menurut Gilad Gershon, salah satu pendiri Tropic, tim peneliti menggunakan teknik penyuntingan gen CRISPR. Tujuannya menonaktifkan gen yang menciptakan enzim polifenol oksidase, yang menyebabkan pisang berubah warna menjadi cokelat.

“Setelah beberapa tahun pengembangan, kami mulai memproduksi bibit (yang tidak berubah warna menjadi coklat) sekitar setahun lalu, dan sekarang kami mulai menawarkan tanaman pisang ini dalam jumlah yang signifikan kepada para petani,” ungkap Gershon kepada AgFunderNews.

Pihaknya menyebut pisang ini memiliki rasa, aroma, dan tingkat kemanisan yang sama dengan pisang pada umumnya. “Semuanya sama, kecuali daging buahnya tidak cepat berubah warna jadi kecokelatan. Jadi Anda dapat menjadikannya isian salad atau buah potong siap makan,” kata Gershon.

Yang terpenting, inovasi ini bisa membuat kesegaran pisang bertambah hingga 10 hari. Gershon menambahkan, “Perusahaan setidaknya bisa membeli 10 hari ekstra, jumlah yang sangat besar bagi industri pisang.”

pisangKesegaran pisang yang bertahan lebih lama mencegah pisang terbuang sia-sia. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Tropic Biosciences secara lebih spesifik mengatakan kepada The Guardian bahwa pisang akan tetap kuning hingga 12 jam setelah dikupas. Gershon juga mengatakan kepada AgFunderNews bahwa pisang tersebut telah disetujui untuk dijual di beberapa negara, termasuk AS dan Kanada. Harapannya siap dipasarkan pada tahun 2025.

Sebelumnya, studi tahun 2021 di Horticulture Research mengungkap hampir 1/3 pisang yang dipanen tidak pernah dikonsumsi. Ini sejalan dengan data yang menunjukkan sekitar 1/3 makanan yang diproduksi di dunia juga terbuang sia-sia.

“Artinya, jumlah lahan yang lebih besar dari China digunakan setiap tahun untuk menghasilkan makanan yang tidak akan dimakan siapa pun. Namun pisang baru ini bisa menjadi langkah besar menuju peningkatan metrik tersebut,” tulis pihak World Resources Institute.

Inovasi pisang dari Tropic Biosciences sebenarnya bukan yang pertama. Tahun 2017 juga ada inovasi serupa yang diterapkan pada apel Arktik di mana gen yang menciptakan enzim polifenol oksidase dihilangkan.

Apel ini sudah dijual di Amerika sejak 2017 dan sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). “Makanan Genetically modified organism (GMO) diteliti dengan saksama sebelum dijual ke masyarakat untuk memastikan bahwa makanan tersebut sama amannya dengan makanan yang kita konsumsi saat ini,” tulis FDA.

(adr/odi)

Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://food.detik.com/info-sehat/d-7855580/keren-peneliti-ciptakan-pisang-yang-tidak-cepat-lembek-dan-busuk

redaksiriau
Redaksi Riau Merupakan Jurnalis Part Time Dari Koran Riau yang bekerja di beberapa media skala nasional di indonesia
https://www.koranriau.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *