Koranriau.co.id-
Jakarta –
Mampir ke pasar Beringharjo Jogja, jangan mampir mencicipi sate kere dan sate ayam legendaris di sini. Dalam sehari mereka bisa menjual ribuan tusuk!
Pasar Beringharjo menjadi salah satu destinasi populer di Jogja. Pasar ini terkenal sebagai pusat oleh-oleh sekaligus destinasi kuliner tradisional yang menarik.
Banyak warung makan sudah buka sejak lama di pasar ini. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan, Warung Makan Bu Sum yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun. Sampai saat ini tidak pernah sepi pembeli karena masih mempertahankan rasa menunya yang autentik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebulan asap dan aroma bakaran yang khas di setiap sisi warung membuatnya semakin menarik perhatian.
Makanan yang ditawarkan di warung ini beragam, mulai dari Soto Ayam, Soto Daging, Soto Iso, Nasi Rames, Nasi Gudeg, Sate Kere, Sate Ayam, Pecel, dan lain sebagainya.
Menu-menu makanannya juga masih dimasak dengan cara tradisional, menggunakan anglo. Kecuali untuk kuahnya yang pakai kompor.
![]() |
detikFood menyambangi Warung Makan Bu Sum untuk mencicipi menu andalannya. Soto Ayam (Rp 12.000) terdiri dari soun, kol, tauge, suwiran ayam, irisan tomat, dan nasi yang dicampur ke dalam kuah soto.
Kuah sotonya bening dengan rasa kaldu yang gurih ringan di tenggorokan. Dimakan begitu saja dengan isian yang komplet sudah enak dan memuaskan perut.
![]() |
Komposisi dari setiap isian memang tidak begitu banyak tetapi menurut kami cocok untuk menu sarapan ringan dan mengenyangkan.
Sate Kere dan Sate Ayam juga tidak boleh dilewatkan. Menurut salah satu penjual, setiap harinya mereka bisa menghabiskan sekitar 2.000 sampai 3.000 tusuk sate.
Saat kami mampir pukul 10.00 pagi saja Warung Makan Bu Sum sudah menghabiskan 1.000 tusuk sate yang terdiri dari sate kere (koyor sapi) dan ayam. Sate kere di Jogja memang berbeda dengan sate kere di Solo yang berbahan dasar ampas tahu.
![]() |
“Ini setiap harinya bisa lebih dari 1.000 tusuk lah. Hari ini aja tadi sudah habis 1.000 tusuk dan sekarang masih bakar lagi,” ujar salah satu pegawai di Warung Bu Sum.
Kami pesan seporsi sate terdiri dari 5 tusuk, bisa dicampur antara kere dan ayam. Harga 5 tusuk sate dibanderol Rp 15.000 saja.
Dari tampilan sate ayam dan sate kere ini sudah terlihat menggugah selera.
Dalam satu tusuk, terdiri dari 3 potongan koyor atau lemak sapi yang ukurannya lumayan besar-besar.
Dibakar dengan sempurna karena lemak atau koyornya masih kenyal, lembut, tidak kering atau keras.
![]() |
Sensasi rasanya gurih, dengan sentuhan bumbu minimalis cenderung manis kecap. Permukaan yang gosong dan aroma smokey membuat sate ini semakin sedap.
Sate ayamnya juga tidak kalah nikmat. Potongan daging ayamnya besar-besar dan disajikan begitu saja tanpa ada tambahan bumbu kacang.
Sepertinya menggunakan daging ayam bagian paha karena teksturnya sangat empuk dan juicy.
![]() |
Bumbunya juga sama seperti sate kere, minimalis hanya manis dari kecap dan sedikit gurih. Namun, dimakan begitu saja tanpa bumbu kacang tambahan sudah memuaskan lidah.
Jika penasaran, bisa langsung mampir ke Warung Makan Bu Sum. Lokasinya di Pasar Beringharjo, di dekat pintu masuk sebelah Selatan paling Timur. Tempat makan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-15.00 WIB.
(aqr/adr)
Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://food.detik.com/berita-boga/d-7855311/kenyal-nikmat-sate-kere-di-warung-bu-sum-jogja-sehari-bisa-ludes-3-000-tusuk