Nasional

Harga Pangan Melonjak Jelang Lebaran, Warga Kian Terbebani

Koranriau.co.id-

Harga Pangan Melonjak Jelang Lebaran, Warga Kian Terbebani
Warga berbondong-bondong datang ke pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam.(MI/Hendri Kremer)

HARGA kebutuhan pokok terus merangkak naik menjelang Lebaran. Pantauan Media Indonesia di sejumlah pasar tradisional Tiban, Nagoya, Batuaji dan Sagulung, Batam, harga kebutuhan pokok menunjukkan kenaikan signifikan, terutama pada komoditas daging dan sayuran.

Di Pasar Tiban, Kecamatan Sekupang, Batam, harga daging sapi segar kini berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram (kg), dan daging sapi beku dijual seharga Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada daging ayam. Daging ayam segar dijual Rp39 ribu per kilogram, sedangkan daging ayam beku berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

Tak hanya daging, harga sayuran dan bumbu dapur juga melonjak tajam. Rahmawati, 40, pedagang sayur di Pasar Fanindo, mengatakan bahwa beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga hingga dua kali lipat. “Harga kangkung dan sayuran sejenis kini di atas Rp20 ribu per kilogram. Ini naik drastis dibandingkan sebelumnya,” kata dia, Kamis (27/3).

Menurut para pedagang, kenaikan harga ini merupakan tren tahunan menjelang perayaan keagamaan, terutama Lebaran. Jhoni, pedagang daging di Pasar Tiban Centre, menyebut lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan, sementara pasokan tetap terbatas.

“Setiap tahun selalu begini. Semakin dekat Lebaran, harga semakin mahal. Kami sebagai pedagang juga tidak bisa berbuat banyak karena harga dari pemasok sudah naik lebih dulu,” kata Abrar.

Sementara itu, Rini, 33, pedagang bumbu dapur di Pasar Sagulung, juga mengeluhkan harga bahan pokok yang terus naik. Menurutnya, lonjakan harga cabai dan bawang sangat terasa bagi pedagang kecil sepertinya.

“Harga cabai rawit sekarang sudah tembus Rp80 ribu per kilogram. Bawang merah juga naik jadi Rp50 ribu per kilogram. Kalau begini terus, pembeli makin sepi karena mereka keberatan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Agus,35, pedagang telur di Pasar Batuaji. Ia mengatakan bahwa harga telur ayam juga ikut melonjak, yang membuat banyak pelanggan mengurangi pembelian mereka.

“Sekarang harga telur ayam sudah Rp32 ribu per kilogram. Sebelumnya masih Rp28 ribu. Banyak pelanggan yang biasanya beli satu tray, sekarang hanya beli setengah,” katanya.

Kondisi ini menjadi beban berat bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Yusnaini, 29, warga Batuaji, mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik tanpa ada penyesuaian pada penghasilan.

“Setiap hari ke pasar terasa semakin berat. Harga terus naik, sementara penghasilan tetap. Semoga ada tindakan dari pemerintah,” harapnya.

Masyarakat meminta pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok. Salah satu langkah yang diharapkan adalah memperbanyak operasi pasar murah agar harga lebih terjangkau menjelang Lebaran.

“Operasi pasar selama ini ada, tapi jumlahnya kurang. Kalau bisa, ditambah lagi sampai mendekati Lebaran supaya kami bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” ujarnya.

Sementara itu, Kadisperinag Kota Batam Gustian Riau, Ketika dioonfirmasi tidak ada jawaban. Pemkota Batam belum memberikan pernyataan resmi terkait kenaikan harga ini. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan ada intervensi berupa operasi pasar atau subsidi harga tertentu agar lonjakan tidak semakin parah.  (E-2)

 

Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://mediaindonesia.com/nusantara/756206/harga-pangan-melonjak-jelang-lebaran-warga-kian-terbebani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *