Koranriau.co.id-
Jakarta –
Sepasang suami istri tak menyangka bisa meraup omzet hingga Rp 258 juta per bulan. Padahal awalnya hanya membantu penjualan es di kedai limun anaknya.
Kesuksesan dalam berbisnis tak pernah bisa ditebak dengan presisi. Sebagian harus bekerja keras demi membesarkan bisnisnya serta sebagian lainnya yang justru memiliki kisah unik dalam bersaing di industri bisnis kuliner.
Sepasang suami istri pemilik restoran ini salah satunya. Mengutip CNBC (28/3) kisah pemilik restoran bernama Swetha dan Venkat Raju menarik untuk disimak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Raju disoroti gegara keberhasilannya mengelola sebuah restoran pop up yang diberi nama Brooklyn Curry Project. Namun kisah awal bisnisnya justru datang dari permintaan anak mereka di tahun 2021 untuk mendirikan kedai kaki lima dengan meja kasir dan papan menu.
Untuk menarik perhatian banyak orang terhadap menu minuman racikan anaknya, Swetha mencoba menjajakan camilan tambahan. Ada Masala Dosas khas India yang dibuatnya mirip pancake menggunakan lentil dan nasi yang sudah difermentasi.
Berawal dari kedai kaki lima iseng-iseng tersebut, ternyata banyak orang menyukai masakan Swetha. Hanya butuh waktu satu bulan bagi keluarga ini sampai memastikan hendak berjualan secara rutin setiap akhir pekan.
Melihat minat yang tinggi sampai banyak pembeli yang antre, Swetha mencoba menaikkan harga secara perlahan. Mulai dari Rp 160.000 per porsi hingga Rp 320.000 ternyata tetap diminati banyak pelanggan yang notabene adalah penduduk sekitar Brooklyn, New York, Amerika Serikat.
![]() |
Singkat cerita, Raju memutuskan untuk mengajak istrinya mencoba bisnis yang lebih besar. Mereka mendirikan restoran khusus masakan India Selatan namun dengan konsep pop up atau sementara dan bergabung bersama restoran lain.
Tak disangka pendapatan perbulannya melebihi ekspektasi yang mereka patok. Pada bulan Juni 2024 menjadi momen puncak dengan pendapatan tertinggi Brooklyn Curry PRoject yang mencapai Rp 258 juta dalam satu bulan saja.
“Di Amerika, semua restoran India punya rasa yang sama. Menu-menunya dibuat berdasarkan stereotip saja. Di India, banyak variasi dan rasa yang berbeda apalagi jika berbicara tentang setiap daerahnya. Kami benar-benar rindu makanan di kampung halaman,” ujar Raju.
Racikan bumbu khas India Selatan buatan Swetha yang ternyata menarik perhatian baik imigran India maupun penduduk lokal. Omzet terendah mereka saja masih mencapai Rp 134 juta per bulan. Kini mereka bernapas lega dengan pendapatan yang lebih dari cukup.
(dfl/odi)
Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://food.detik.com/info-kuliner/d-7851546/awalnya-jualan-limun-kini-pemilik-restoran-ini-raup-omzet-rp-258-juta