Koranriau.co.id-
Jakarta –
Pancake sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Hampir setiap negara memiliki pancake yang khas, beberapa bahkan masuk daftar pancake terenak di dunia.
Sebelum menjadi menu sarapan hingga dessert populer di dunia, pancake memiliki sejarah yang panjang dan disebut sudah ada sejak era Romawi yang dikenal dengan nama Alita Dolcia, yang berarti makanan manis.
Saat itu orang-orang Romawi senang menikmati pancake dengan tambahan madu dan buah segar. Siapa sangka, resep pancake klasik ini ternyata banyak disukai orang, alhasil pancake tetap eksis hingga kini. Masyarakat modern menjadikan pancake sebagai menu sarapan yang kerap ditambahkan berbagai topping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resep pancake sendiri sudah mulai populer di Eropa sejak tahun 1430-an. Ini diperkuat dengan isi sebuah manuskrip kuliner berjudul Oxford Companion to Food yang ditulis Alan Davidson. Pancake dijadikan salah satu makanan khas masyarakat di Timur Eropa. Orang-orang menyebutnya Pancake Tuesday dan selalu disajikan sehari menjelang hari Paskah.
Tak heran ada banyak versi pancake yang bisa ditemukan di banyak negara. Bahkan CNN Travel (29/03), merilis daftar pancake terenak di dunia. Berikut daftarnya:
1. Socca
![]() |
Socca berasal dari wilayah Provence di Prancis dan Liguria di Italia, di mana makanan ini dikenal dengan sebutan farinata. Pancake ini dibuat sederhana dari campuran tepung kacang arab, air, minyak zaitun, dan sedikit bumbu.
Biasanya, socca dimasak dalam panci tembaga besar yang diisi minyak, lalu dipanggang dalam oven berbahan bakar kayu. Camilan lezat ini merupakan alternatif bebas gluten yang cocok sebagai pengganti pizza.
Socca juga sangat populer sebagai makanan jalanan di kota-kota seperti Nice, di mana biasanya disajikan dalam kerucut kertas dan ditaburi lada hitam.
2. Blinis
![]() |
Di Rusia dan beberapa negara Slavia lainnya, blinis adalah pancake tipis dan bulat yang terbuat dari tepung buckwheat dan ragi. Ukurannya biasanya lebih besar dibandingkan dengan versi blinis yang sering disajikan di restoran mewah, yang sering diberi topping kaviar atau salmon asap.
Blinis merupakan bagian penting dari budaya kuliner di Rusia, dan biasanya muncul menjelang perayaan ‘Shrove Tuesday’ dalam tradisi yang disebut Maslenitsa, atau “Pekan Pancake”. Sampai sekarang blinis tetap menjadi pancake favorit di Rusia dan bahkan masuk ke daftar pancake terenak versi CNN Travel.
3. Pancake Fluffy
![]() |
Pancake fluffy ini berasal dari Jepang dan terkenal dengan teksturnya yang sangat empuk dan tebal, mirip souffle khas Prancis.
Rahasianya ada pada adonan yang dicampur dengan putih telur kocok meringue, membuat setiap gigitan terasa lembut dan ringan. Di Jepang, pancake ini dikenal dengan nama “Hottokeki” atau hotcakes.
Selain rasanya yang enak, pancake ini juga populer di Instagram karena tampilannya yang menggugah selera. Topping-nya bisa apa saja, mulai dari buah beri, krim segar, sirup maple, hingga bacon.
4. Pancake Daun Bawang
![]() |
Scallion Pancake atau pancake daun bawang asal China ini punya ciri khas yang berbeda dari pancake biasanya. Alih-alih menggunakan adonan dengan tekstur cair, makanan ini dibuat dari adonan kental yang mirip seperti adonan bakwan goreng di Indonesia. Tentunya pancake khas China menghasilkan tekstur yang renyah di luar tapi tetap kenyal dan berlapis-lapis di dalam.
Meskipun terlihat sederhana, pancake ini punya rasa yang istimewa. Banyak orang menikmatinya dengan mencelupkan ke saus kecap atau sambal, tapi sebenarnya disantap tanpa cocolan apapun sudah enak, apalagi dengan rasa segar daun bawang yang khas.
Di beberapa kotta di China seperti Shanghai, ada variasi yang menambahkan lemak babi ke dalam adonan pancake untuk memberikan rasa yang lebih gurih dan kaya. Pancake daun bawang ini sering menjadi camilan favorit atau hidangan pendamping yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga, terutama saat acara kumpul-kumpul atau perayaan tradisional.
Cek Pancake Lainnya di Halaman Berikutnya!
Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://food.detik.com/info-kuliner/d-7851535/7-pancake-terenak-di-dunia-ada-yang-pakai-zaitun-hingga-kaviar