53 Persen Ekspor ke AS, Pengusaha Mebel Was-Was Kebijakan Tarif Trump
Ekonomi

53 Persen Ekspor ke AS, Pengusaha Mebel Was-Was Kebijakan Tarif Trump

Koranriau.co.id –


Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan kebijakan tarif timbal balik yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump akan berdampak pada industri industri mebel dan kerajinan.

Dalam daftar yang dirilis pemerintah AS, produk ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif timbal balik dengan angka senilai 32 persen.

Abdul menjelaskan selama ini 53 persen ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia ke Amerika Serikat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan dampak yang paling terasa dalam waktu dekat adalah barang-barang mebel dan kerajinan yang sedang dikirim ke AS sampai pada 9 April dan setelahnya kemungkinan akan tertahan di pelabuhan.

“53 persen ekspor kami kan ke Amerika Serikat, ya selebihnya ke Eropa dan ke negara-negara di kawasan Asia. Jadi tentu saja perjalanan barang yang sedang di laut, yang baru berangkat, kontainer, itu akan terkena dampak. Karena kan perjalanan ini kan satu bulan, di lapangannya, di laut. Begitu sampai ke sana itu kan harga sudah berubah,” kata Abdul dikutip dari Detikproperti, Jumat (4/4).



Menurutnya, barang-barang yang dikirim itu baru bisa dipasarkan dan sampai ke tangan pembeli apabila pajak terbaru dibayarkan.

Sementara itu, beberapa pesanan telah dikirim sebelum kebijakan kenaikan pajak disahkan dan belum ada perubahan harga.

“Jadi mau enggak mau kan, dia harus spending untuk membayar itu (pajak). Atau barang tidak akan bisa masuk ke Amerika, tertahan di pelabuhan,” ujarnya.

Dampak lain dari kenaikan tarif adalah terjadi penurunan ekspor mebel dan barang kerajinan dari RI ke AS.

Pasar AS akan beralih ke negara-negara yang menjual barang serupa dengan harga yang lebih rendah atau murah.

“Produk hasil hutan dan produk mebel Indonesia yang diekspor ke AS akan terkena beban biaya lebih tinggi. Ini signifikan tentunya bisa mengurangi daya saing produk mebel Indonesia di pasar AS,” ujarnya.

Berdasar data HIMKI beberapa tahun terakhir, ekspor mebel dan barang kerajinan RI ke Amerika dari 2022 ke 2024 mengalami penurunan.

Nilai ekspor tertinggi terjadi pada 2022 lalu sebesar 1,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp31 triliun (Kurs Rp16.756). Lalu nilai ekspor pada 2024 hanya menyentuh 1,3 miliar dolar AS atau Rp21 triliun.

Barang-barang mebel yang paling banyak dikirim RI ke AS sebagian besar terbuat dari kayu sekitar 65 persen, kemudian ada yang dari bahan rotan sekitar 13 persen, dan sisanya berasal dari bahan plastik dan synthetic wicker.

“Terjadi penurunan karena memang ada tren penurunan ke Amerika itu. Plus sekarang tahun 2025 kena dampak tarif, pasti lebih turun lagi,” kata Abdul.

(yoa/isn)


[Gambas:Video CNN]

Artikel ini merupakan Rangkuman Ulang Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250404141758-92-1215816/53-persen-ekspor-ke-as-pengusaha-mebel-was-was-kebijakan-tarif-trump

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *